Aplikasi Web – Gis dalam dunia Pendidikan

Posted on January 6, 2007. Filed under: email students, Lecture Notes, team GIS |

Pengantar

Dengan makin berkembangnya teknologi dan penggunaannya di kalangan masyarakat luas, internet makin menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Mencari informasi, membaca berita, berkomunikasi dengan email atau secara real-time dengan chatting, atau berdiskusi lewat mailing list merupakan contoh hal-hal yang sering dilakukan orang dengan internet. Media ini ternyata juga bisa dimanfaatkan para geograf untuk mempublikasi ide-ide mereka dengan web mapping, bahkan penyajian melalui internet mempunyai target yang lebih luas dibanding cara-cara tradisional seperti seminar, buku atau jenis presentasi lainnya, karena bisa diakses siapa saja, di mana saja dan kapan saja selama bisa terhubung ke internet.

Sebelum lebih jauh membahas web mapping, penulis membatasi pengertian web mapping menjadi :

  1. Secara harfiah web mapping berarti pemetaan internet, tetapi bukan memetakan internet, dan tidak berarti hanya menampilkan peta (yang berupa gambar statis) ke dalam sebuah situs internet. Jika hanya menampilkan peta statis pada sebuah situs maka tidak ada perbedaan antara web mapping dengan peta yang ada pada media tradisional lainnya.
  2. Web mapping bukanlah memindahkan aplikasi SIG desktop ke dalam bentuk web-based walaupun memungkinkan untuk itu. Pengguna internet berasal dari berbagai kalangan dengan berbagai kemampuan atas SIG, dari yang tidak tahu sampai ahli.
  3. Web mapping memanfaatkan fungsi interaktivitas yang ada pada aplikasi SIG ke dalam bentuk web.

Pendahuluan

Untuk membuat web mapping, maka yang harus diperhatikan sebelumnya adalah:

1. Untuk apa dan bagaimana web mapping itu dibuat.
- Menampilkan peta dengan kemampuan interaksi sederhana, seperti perbesaran, perkecilan dan pergeseran gambar.
- Media untuk sharing, peta bisa di-download untuk kemudian diedit (manipulasi) sesuai dengan kebutuhan.
- Menampilkan dengan kemampuan interaktivitas yang lebih banyak, misalnya menghitung jarak antara dua titik, atau membuat rute dari sebuah titik (awal) ke titik lain (tujuan) melalui jaringan jalan yang ada (MapQuest menyajikan dengan baik fasilitas ini).
- Memindahkan aplikasi SIG desktop ke program SIG berbasis client-server melalui browser internet, walau sebelumnya disebutkan ini tidak termasuk web mapping, tetapi secara teknis hal ini dimungkinkan, dan merupakan web mapping lanjutan.
2. Untuk siapa ditujukannya.
- Untuk masyarakat luas.
- Untuk praktisi.
3. Berapa anggaran yang dimiliki.

Menyajikan Peta Melalui Internet

Walaupun bukan satu-satunya cara, peta tetap menjadi alat yang efektif bagi geograf untuk menyampaikan pikirannya. Sebagai contoh, presentasi sebuah mata kuliah disajikan dengan baik oleh Andreas Neumann.

Web mapping bisa dibuat sebagai perangkat pengawasan (monitoring) sebuah pelaksanaan pekerjaan/proyek, khususnya yang menyangkut masalah ruang. Jika dihubungkan dengan sebuah database yang selalu up-to-date atau real-time, web mapping juga bisa menjadi informasi yang bagus bagi masyarakat luas, misalnya peta informasi kemacetan jalan yang ditampilkan di situs CBN CyberMap, atau yang menampilkan informasi cuaca seperti di Weather Underground.

Tetapi peta bukan hanya milik geograf. Kecenderungan penyajian peta melalui internet pun makin bertambah. Di beberapa negara bahkan peta yang dipublikasi lewat internet bisa dilihat melalui alat yang bisa dibawa kemana-mana (portable) yang memiliki kemampuan GPS sehingga bisa dijadikan panduan untuk bepergian (DashPC).

Peta (web mapping) juga bisa menjadi menjadi alat promosi bagi dunia usaha, bahkan sebagai alat usaha itu sendiri. Pada sebuah situs web mapping bisa dimasukkan lokasi-lokasi perusahaan misalnya, sehingga konsumen atau calon konsumen bisa melihat dimana mereka bisa mendapatkan yang mereka yang dekat dengan mereka.

Satu keunggulan web mapping dibanding peta konvensional adalah interaktivitas. Peta yang ditampilkan bisa menjadi dinamis menurut besaran, lokasi/arah, waktu, sekala dan tema. Pengunjung bisa memilih sendiri informasi apa yang ingin mereka lihat, dan menampilkannya secara bersamaan. Beberapa situs web mapping bahkan memasukkan fungsi analisis seperti menghitung jarak, membuat rute, pengelompokan data dan sebagainya.

Pemilihan Teknologi

Ada dua kategori besar cara penyajian peta melalui internet, yaitu dengan :

  1. Mengikuti program yang sediakan pihak lain (ASP, Application Service Provider).

Adalah cara tercepat menyajikan peta pada situs internet. Kini banyak penyedia jasa ini, bahkan sudah ada perusahaan di Indonesia yang melakukannya. Bagian ini tidak dibahas lebih lanjut.

  1. Mengembangkan sendiri.

Untuk mengembangkan sendiri web mapping sangat terkait pada anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi untuk mengembangkan sendiri juga sangat banyak, mulai dari yang sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat teknologi sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu sederhana dan yang mahal itu rumit.

Salah satu keuntungan mengembangkan web mapping sendiri adalah ketersediaan untuk memperbaharui (updating) data kapan saja, dan bahkan bisa terus meningkatkan kemampuan web mapping yang sudah ada (upgrading). Keuntungan lainnya adalah bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri (customizable).

Data Vektor atau Raster?
Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan Geography Markup Language (GML), satu standar format data vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta diperbesar beberapa kali.

Dari banyak teknologi (software) web mapping yang ada, sebagian besar menampilkan peta dalam bentuk gambar raster. Di belakang layar, data vektor tetap digunakan, dan saat pengunjung menginginkan peta pada satu wilayah tertentu, program akan membuat dan menampilkan peta yang diinginkan itu. Keunggulan dengan cara ini adalah lebih cepat, karena besarnya data (yang diterima pengunjung) akan relatif tetap, dibandingkan dengan data vektor yang jika menampilkan data dengan cakupan wilayah luas dan datanya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengambil data akan semakin lambat (kecepatan pengambilan data berbanding lurus dengan besarnya data).

Dukungan Database
Menampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan mutlak diperlukan.

Kecepatan Akses
Pengunjung internet berasal dari berbagai kalangan, dengan berbagai jenis sistem koneksi untuk menghubungkan komputer mereka dengan jaringan internet. Seorang pengunjung mungkin akan bisa mengakses sebuah situs web mapping dengan cepat, tetapi pengunjung lainnya mungkin akan merasa sangat lama. Kecepatan akses ini tergantung pada jenis software yang digunakan, jenis/kualitas koneksi yang dimiliki server web mapping itu dan jenis/kualitas koneksi yang digunakan pengunjung saat mengakses situs web mapping. Beberapa software mengharuskan pengunjung untuk men-download satu atau lebih plug-ins (tambahan fungsi pada browser untuk menjelajah internet), software lain juga menggunakan program berbasis java (applets). Keharusan-keharusan itu akan menambah waktu akses sehingga menjadi lebih lama.

Kartografi
Supaya ide-ide yang ingin dipublikasikan bisa sampai ke pengunjung, maka peta harus dibuat semenarik mungkin dan tidak membingungkan. Di sini kartografi memegang peranan yang sangat penting. Aplikasi kartografi pada peta untuk internet mungkin akan berbeda dibandingkan dengan kartografi untuk peta konvensional pada kertas.

Software Web Mapping
Berikut adalah daftar produk web mapping atau SIG yang bisa diintegrasikan dengan web (dari web-mapper.com) :

 

Tabel-tabel berikut mencoba membandingkan sebagian software web mapping yang ada: Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, (sumber: Geoplace).

 

Situs Web Mapping

Di Indonesia, masih sedikit situs yang menjalankan web mapping, daftar berikut diambil dari Direktori GIS Indonesia di situs ini, yaitu :

Sedangkan situs-situs web mapping luar negeri sangat banyak, selain dari daftar software di atas (biasanya software tersebut menampilkan contoh web mapping yang menggunakan software buatan mereka), situs-situs web mapping luar negeri bisa dilihat di Geoplace, Geocomm, dan sebagainya.

Kendala

  1. Tingkat penggunaan internet.
    Walau memiliki kecenderungan meningkat, penggunaan internet di Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk, dan masih terpusat di kota-kota besar (APJII).
  2. Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
    Penggunaan internet sangat tergantung pada infastruktur telekomunikasi. Monopoli telekomunikasi yang menjadikan biaya tinggi dibandingkan tingkat pendapatan rata-rata penduduk Indonesia. Belum lagi buruknya kualitas infrastruktur itu.
  3. Data dasar.
    Belum semua wilayah di Indonesia sudah terpetakan, dan dari yang sudah terpetakan belum semuanya ada dalam format digital. Pemerintah pun masih menanggap peta sebagai rahasia negara, sehingga distribusi menjadi sulit, padahal pihak lain (baca: luar negeri) dengan teknologi yang mereka miliki bisa mengambil (hampir) semua wilayah di Indonesia lewat satelit. Bahkan sebuah perusahaan di Inggris pernah menjual foto udara instalasi rahasia negara itu kepada umum (detik.com).

Referensi dan Link

About these ads

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

4 Responses to “Aplikasi Web – Gis dalam dunia Pendidikan”

RSS Feed for Laboratorium SIG UNIMA Comments RSS Feed

saat ini saya membuat peta menggunakan arcview 3.1 kemudian rencananya saya masukkan dalam web saya. Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Bisa tolong bantu saya

Bagaimana kita membangun web gis, tolong panduannya ya

kalo mau bikin web mapping lokasi” ATM di sebuah kota gimana caranya,..
ada tutorial atau resensi buat bikinnya gak?
trus kendala – kendalanya apa aja?

bagai mana scrip php untuk mencari point lokasi yang kita inginkan?pada web gis??mohon di bantu!


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: